Jumat, 14 Oktober 2022

FORM PENILAIAN KERJA PRAKTEK

 

FORM PENILAIAN KERJA PRAKTEK

 

Nama Mahasiswa          : ...........................................................................

NPM                              : ...........................................................................

Jurusan/Program Studi  : ...........................................................................

Lokasi Kerja Praktek     : ...........................................................................

 

No

Kriteria Penilaian

Nilai Angka

Nilai Huruf

1

Kemampuan & Etika Bergaul

 

 

2

Kemampuan Beradaptasi

 

 

3

Kemampuan Berinisiatif

 

 

4

Kemampuan Menyampaikan Pendapat

 

 

5

Pengetahuan Tentang Pekerjaan

 

 

6

Kemampuan Kerjasama Dalam Kelompok

 

 

7

Kesungguhan Dalam Bekerja

 

 

8

Kedisiplinan

 

 

9

Sopan Santun

 

 

10

Tanggung Jawab

 

 

11

Kehadiran

 

 

12

Keselamatan Kerja

 

 

13

Laporan Kerja

 

 

 

Ekivalensi Nilai :                                                       ......................................, ..........................

A         : 81 – 100                                                        Pembimbing Kerja Praktek

AB      : 71 – 80

B         : 66 – 70

BC       : 61 – 65

C         : 56 – 60                                                         

D         : 41 – 55                                                          ( ..............................................................)

E          : 0 – 40

TUGAS KULIAH GIS

 1. SVG (Scalable Vector Graphics)

a. Apakah SVG itu?

SVG adalah singkatan dari Scalable Vector Graphics dan merupakan format file baru untuk menampilkan grafik dalam pengembangan web yang berbasis XML (eXtensible Markup Language). Selain SVG, ada juga MathML (Mathematic Markup Language) - berbasis XML- untuk menampilkan rumus-rumus matematika dan juga CML (Chemical Markup Language) untuk kimia.

 

b. Fungsi SVG

SVG berfungsi untuk menampilkan grafik 2 dimensional dalam kode XML. Pada dasarnya, SVG dapat digunakan untuk membuat tiga jenis objek grafik, yaitu :

1. path (terdiri dari garis lurus dan kurva)

2. gambar

3. teks

 

SVG dapat mengkreasikan sebuah grafik yang terdiri dari banyak vektor yang berbeda-beda. Sebuah vektor pada dasarnya adalah garis yang menghubungkan dua titik. Teknologi baru ini bisa dikembangkan untuk membuat aplikasi-aplikasi web berbasis data yang selalu update (contoh : bursa saham, prakiraan cuaca, kurs mata uang) dan interaktif (contoh : web based training).

 

c. Kelebihan dan Kekurangannya

Kelebihan SVG yang paling utama adalah gambar tidak akan kehilangan kualitasnya apabila diperbesar atau diperkecil (scalable), karena dibuat berdasarkan metode vektor (vector), bukan pixel (seperti format grafik pada umumnya, GIF, JPEG dan PNG). Sehingga memungkinkan pengembang web dan juga designer untuk membuat grafik dengan mutu tinggi.

Walaupun SVG berbasis vektor (dalam artian semua objek dibangun dengan prinsip vektor), SVG ternyata juga dapat dikreasikan untuk efek bayangan, gradasi warna atau juga pencahayaan, Selain itu, animasi juga dapat dikembangkan SVG, sesuatu yang tidak dimiliki oleh GIF, JPEG dan PNG. Hal ini dimungkinkan dengan integrasi DOM (Document Object Modell). Jadi, grafik SVG dapat dianimasikan melalui perintah skript.

Keuntungan SVG lainnya adalah, pengkodeannya yang lumayan “familiar” karena berakar XML. Pengembang web tidak akan perlu susah payah untuk memulai belajar bahasa baru, karena pada dasarnya SVG adalah pengimplementasian objek vektor dalam web dengan menggunakan XML.

Informasi (vektor) yang disimpan SVG berbentuk teks (dalam XML), bukan binary code, ini memiliki keunggulan dalam kecepatan proses download karena kecilnya kapasitas file. Sementara itu, kekurangan SVG terletak pada belumnya semua browser internet dapat membaca data SVG. Untuk itu harus diinstal dulu plug-in, yaitu SVG-Viewer, SVG-Viewer teraktual dikembangkan oleh ADOBE. Browser Croczilla, variasi dari Mozilla-0.9, sudah mendukung SVG, tanpa perlu menginstal SVG-Viewer terlebih dahulu. Croczilla sendiri masih dalam tahap awal pengembangannya dan baru hanya bisa membaca kode SVG yang relatif primitif.

 

 

2. DXF (Drawing eXchange Format)

 

DXF (Drawing eXchange Format) adalah format gambar yang dihasilkan program AutoCAD. AutoCAD DXF (Drawing Interchange Format, atau Menggambar Format Exchange) adalah CAD file data format yang dikembangkan oleh Autodesk untuk memungkinkan interoperabilitas data antara AutoCAD dan program lain.

 

DXF awalnya diperkenalkan pada Desember 1982 sebagai bagian dari AutoCAD 1.0, dan dimaksudkan untuk memberikan representasi yang tepat dari data dalam format file AutoCAD asli, DWG (Menggambar), yang Autodesk selama bertahun-tahun tidak mempublikasikan spesifikasi. Karena itu, impor yang benar dari file DXF telah sulit. Autodesk sekarang menerbitkan spesifikasi DXF di situsnya untuk versi DXF dari Rilis AutoCAD 13 untuk AutoCAD 2010.

 

Versi AutoCAD dirilis 10 (Oktober 1988) dan mendukung kedua bentuk ASCII dan biner DXF. Versi sebelumnya hanya mendukung ASCII.

 

Saat ini AutoCAD, mendukung jenis objek yang lebih kompleks, DXF saat ini kurang berguna. Jenis objek tertentu, termasuk ACIS tidak didokumentasikan. Jenis objek lain, termasuk blok dinamis AutoCAD 2006, dan semua objek khusus untuk pasar vertikal versi AutoCAD, yang sebagian didokumentasikan, tetapi tidak cukup baik untuk memungkinkan pengembang lain untuk mendukung mereka. Untuk alasan ini banyak CAD aplikasi menggunakan format DWG yang dapat lisensi dari Autodesk atau non-native dari Aliansi Open Design.

 

 

3. Shapefile (SIG file)

 

ESRI Shapefile atau yang biasa disebut shapefile adalah format penyimpanan vector digital untuk menyimpan geometris lokasi dan informasi yang terkait dengan sebuah atribut. Format ini tidak mempunyai kapasitas untuk menyimpan informasi topological. Shapefile format yang telah diperkenalkan dengan ArcView GIS versi 2 di awal tahun 1990-an. Sekarang mungkin untuk membaca dan menulis shapefiles menggunakan berbagai program gratis dan berbayar.

 

Shapefile sederhana karena mereka hanya menyimpan data primitif geometris jenis poin, baris, dan polygons. Primitives ini adalah keterbatasan tanpa menggunakan atribut untuk menentukan apa yang mereka wakili. Oleh karena itu, tabel record akan menyimpan properti / atribut untuk setiap bentuk primitif di shapefile. Bentuk (poin / lines / polygons) bersama-sama dengan data atribut dapat sangat jauh lebih banyak membuat representasi dari data geografis. Perwakilan menyediakan kemampuan untuk komputasi handal dan akurat.

 

Sementara istilah "shapefile" cukup umum, yang "shapefile" sebenarnya adalah satu set dari beberapa file. Tiga file individu biasanya wajib untuk menyimpan data inti yang terdiri dari sebuah shapefile. Ada delapan lebih opsional file yang menyimpan data indeks terutama untuk meningkatkan kinerja. Setiap file harus sesuai dengan MS DOS 8.3 penamaan file konvensi (8 karakter nama file awalan, fullstop, 3 karakter nama file seperti suffix shapefil.shp) agar kompatibel dengan aplikasi yang terakhir menangani shapefiles. Untuk alasan yang sama, semua file harus berada dalam folder yang sama.

 

File yang wajib ada dalam sebuah distribusi shapefile:

.shp — shape format;

.shx — shape index format;

.dbf — attribute format;

Tugas Sistem Informasi Manajemen Loket Rumah Sakit

 Assalamu'alaikum

Masih dalam episode sharing pertugasan kuliah kali ini aku mau bagi link tugas perkualiahanku dulu, judul tugasnya yaitu Sistem Informasi Manajemen Loket Rumah Sakit. Lebih tepatnya lagi ini tugas kelompok ya teman-teman langsung aja penampakannya bisa kalian lihat disini Tugas Sistem Informasi Manajemen Loket Rumah Sakit

Di link tersebut, kalian bisa lihat ada penampakan website tugasnya, beberapa ppt kamus data beserta revisiannya, ppt perancangan sistem data base loket SIM rumah sakit berserta revisiannya, dan sistem informasi manajemen rumah sakit

Semoga bermanfaat ya...

SHARING DATA DAN SHARING INTERNET

 SHARING DATA DAN SHARING INTERNET


Pada tutorial kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara sharing data dan sharing koneksi internet menggunakan modem SMARTFREN USB. Pada langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengkoneksikan antar dua buah komputer atau laptop menggunakan kabel UTP. Kabel yang harus digunakan adalah kabel UTP tipe Cross. Setelah dua laptop saling terhubung dengan kabel UTP langkah selanjutnya mensharing data dan sharing koneksi internet dari modem SMARTFREN anda. Disini saya akan menjelaskan tahapan-tahapan yang berhubungan dengan hal-hal yang ada di atas.

 

Mengkoneksikan Dua Buah Laptop Menggunakan Kabel UTP Tipe Cross

1.      Buka Control Panel lalu double clik pada Network Connections

2.      Setelah anda membuka Network Connections lalu clik kanan pada LAN pilih Properties

3.      Pada Tab General pilih Internet Protokol (TCP/IP) lalu tekan Properties

4.      Untuk    Server    masukan    IP    address    192.168.0.1   dan    SUBNET    nya 255.255.255.0

5.      Untuk Client atau komputer satunya lagi isi saja dengan IP address 192.168 0.2 dan SUBNETnya 255.255.255.0

6.      Klik Oke kalau sudah lalu keluarlah dari LAN

7.      Test ping dengan cara anda masuk ke CMD caranya START - RUN - ketik CMD

8.      Ketik Ping 192.168.0.2 pada komputer Server

9.      Ketik Ping 192.168.0.1 pada komputer Client

 

Sharing Data

1.      Buka Explore

2.      Cari Folder yang ingin di share lalu klik kanan pada Folder tersebut

3.      Pilih Sharing and Security

4.      Pilih Tab Sharing lalu perhatikan pada Network Sharing and Security

5.      Pada tipe user ketikkan everyone, lalu add

6.      Agar client dapat melihat, menambah dan mengedit data centang read/write, kemudian share

7.      File sudah dapat dilihat pada komputer Client

 

Cara Melihat File yang Sudah di Share

1.      Buka explorer, Pilih Network

2.      Klik Nama computer yang terhubung,

3.      File yang sudah di Share akan terlihat dan anda dapat mengedit, menambah, menghapus data dari komputer Client

 

Mencoba Koneksi Modem SMART

1.      Klik dua kali modem smart yang telah terinstal di laptop anda

2.      Akan muncul tampilan lalu anda klik Connect

3.      Setelah     anda    menekan    Connect     proses     akan    berlangsung     untuk mengkoneksikan komputer anda dengan internet

4.      Lalu buka browser anda untuk memastikan bahwa internet telah berhasil

 

Sharing Koneksi Modem SMART

Disini merupakan langkah terakhir yang harus anda lakukan agar modem SMARTFREN anda bisa di Share

1.      Klik START - Control Panel Pilih Network Connections

2.      Klik kanan LAN lalu pilih Properties

3.      Pada Tab General pilih internet Protocol (TCP/IPv4) Clik Properties

4.      Lihat di situ IP addressya 192.168.0.1 dan SUBNETnya 255.255.255.0 jangan dirubah biarkan saja begitu

5.      Lalu pada bagian bawah pilih Use the Following DNS server address

6.      Masukan PreFerred DNS 192.168.0.1 dan Alternate DNS server dengan 192.168.0.1 7. Tekan Oke

7.      Lalu masuk ke modem SMART

8.      Klik kanan pilih Properties

9.      Pilih tab advanced

10.  Lalu centrang pada bacaan Allow other network users

11.  Tekan oke

12.  Jika berhasil akan muncul pernyatakan dan tekan Oke saja

13.  Sharing internet anda telah berhasil silahkan anda buka internet di komputer client untuk membuktikannya

 

Sekian tutorial dari saya kali ini. Semoga bermanfaat.

Pembuatan APLIKASI KOPERASI "VAN JAVA" menggunakan GAMBAS (Tugas Akhir)

Assalamu'alaikum teman-teman online ku sekalian, kali ini aku mau share materi perkuliahan aku dulu buat kalian semua, pas lagi ngoprek2 email masih ada jejak-jejak petilasanku mengenyam pendidikan dibangku kuliah dulu, berikut salah satunya yaitu tugas
pembuatan APLIKASI KOPERASI "VAN JAVA"  menggunakan GAMBAS,
semoga bermanfaat ya...



Script Fmain

 

' Gambas class file

PUBLIC a AS Integer = 0

PUBLIC b AS Integer = 0

PUBLIC c AS Integer = 0

PUBLIC d AS Integer = 0

PUBLIC e AS Integer = 0

PUBLIC f AS Integer = 0

PUBLIC g AS Integer = 0

PUBLIC h AS Integer = 0

 

 

PUBLIC SUB _new()

        tbPiz.Text = 0

        tbSpa.Text = 0

        tbBur.Text = 0

        tbSuk.Text = 0

        tbCream.Text = 0

        tbHot.Text = 0

        tbCap.Text = 0

        tbOrange.Text = 0

END

 

PUBLIC SUB Form_Open()

ME.Center

END

PUBLIC SUB cbPiz_Click()

IF cbPiz.Value = TRUE

            tbPiz.Enabled = TRUE

            tbPiz.Text = ""

 

       ELSE

           tbPiz.Enabled = FALSE

           tbPiz.Text = "0"

 

ENDIF

END

 

 

PUBLIC SUB cbBur_Click()

IF cbBur.Value = TRUE

            tbBur.Enabled = TRUE

            tbBur.Text = ""

 

       ELSE

           tbBur.Enabled = FALSE

           tbBur.Text = "0"

 

ENDIF

 

 

END

 

PUBLIC SUB cbSpa_Click()

 

  IF cbSpa.Value = TRUE

            tbSpa.Enabled = TRUE

            tbSpa.Text = ""

 

       ELSE

           tbSpa.Enabled = FALSE

           tbSpa.Text = "0"

 

ENDIF

 

END

 

PUBLIC SUB cbSuk_Click()

 

  IF cbSuk.Value = TRUE

            tbSuk.Enabled = TRUE

            tbSuk.Text = ""

 

       ELSE

           tbSuk.Enabled = FALSE

           tbSuk.Text = "0"

 

ENDIF

END

 

PUBLIC SUB cbCream_Click()

 IF cbCream.Value = TRUE

            tbCream.Enabled = TRUE

            tbCream.Text = ""

 

       ELSE

           tbCream.Enabled = FALSE

           tbCream.Text = "0"

 

ENDIF

 

 

END

 

PUBLIC SUB cbHot_Click()

 

   IF cbHot.Value = TRUE

            tbHot.Enabled = TRUE

            tbHot.Text = ""

 

       ELSE

           tbHot.Enabled = FALSE

           tbHot.Text = "0"

 

ENDIF

 

END

 

PUBLIC SUB cbCap_Click()

 

   IF cbCap.Value = TRUE

            tbCap.Enabled = TRUE

            tbCap.Text = ""

 

       ELSE

           tbCap.Enabled = FALSE

           tbCap.Text = "0"

 

ENDIF

 

END

 

 

PUBLIC SUB cbOrange_Click()

 

   IF cbOrange.Value = TRUE

            tbOrange.Enabled = TRUE

            tbOrange.Text = ""

 

       ELSE

           tbOrange.Enabled = FALSE

           tbOrange.Text = "0"

 

ENDIF

 

 

END

 

PUBLIC SUB ok_Click()

DIM a AS Integer = 0

DIM b AS Integer = 0

DIM c AS Integer = 0

DIM d AS Integer = 0

DIM e AS Integer = 0

DIM f AS Integer = 0

DIM g AS Integer = 0

DIM h AS Integer = 0

 

   a = tbPiz.Text

   b = tbBur.Text

   c = tbSpa.Text

   d = tbSuk.Text

   e = tbCream.Text

   f = tbHot.Text

   g = tbCap.Text

   h = tbOrange.Text

  

lbisi.Caption = (20000 * a) + (15000 * b) + (10000 * c) + (10000 * d) + (8000 * e) + (8000 * f) + (7000 * g) + (7000 * h)

    

 

END SUB

 

 

PUBLIC SUB clear_Click()

 

        tbPiz.Clear

        tbPiz.SetFocus

        tbSpa.Clear

        tbSpa.SetFocus

        tbBur.Clear

        tbSuk.Clear

        tbCream.Clear

        tbHot.Clear

        tbCap.Clear

        tbOrange.Clear

        tbPiz.Enabled = FALSE

        tbSpa.Enabled = FALSE

        tbBur.Enabled = FALSE

        tbSuk.Enabled = FALSE

        tbCream.Enabled = FALSE

        tbHot.Enabled = FALSE

        tbCap.Enabled = FALSE

        tbOrange.Enabled = FALSE

        lbisi.Caption = ""

END

 

 

 

PUBLIC SUB next_Click()

Form1.z = lbisi.Text

 FMain.Visible = FALSE

  Form1.Visible = TRUE

END





script form1

 

' Gambas class file

 

PUBLIC z AS String

 

PUBLIC SUB Form_Open()

 

  ME.Center

      tbtotal.Text = z

      tbbayar.Text = ""

      tbkembali.Text = "0"

 

END

 

 

PUBLIC SUB back_Click()

  Form1.Visible = FALSE

  FMain.Visible = TRUE

 

END

 

PUBLIC SUB exit_Click()

 

  ME.Close

 

END

 

PUBLIC SUB clear_Click()

 

  tbTotal.Clear

  tbBayar.Clear

  tbKembali.Clear

 

 

END

 

PUBLIC SUB kembali_Click()

DIM r AS Integer = 0

DIM s AS Integer = 0

r = tbBayar.Text

s = tbTotal.Text

tbKembali.Text = (r - s)

 

 

 

END